Lapangan Terbang
Sekembalinya
dari Ukm, semester tiga udah ku lewati dengan dua subjek untuk menghabiskan
sisa pengajian ku yang berbaki lagi
setahun. Mengisi masa lapang sehari dengan keluarga abang di Kuala Pilah,
terasa rindu menjengah tatkala memikirkan penerbangan esok (17/8/2014) ke kota
Jakarta untuk belajar sepanjang satu semester disana.
Rindu kedua orang tua, semuanya
terasa pantas saja masa berlalu. Rindu kekasih hati yang terpisah oleh jarak
ini, mudah – mudahan niat mendirikan masjid Ogos 2015 dipermudahkan oleh sang
maha pencipta. Lewat tengahari sampai di lapangan terbang KLIA 2, ku menjengah memerhati setiap ruang,
ku perhatikan empat rakan yang lain telah tiba dengan iringan kedua orang tua mereka,
cemburunya melihat kebahagiaan mereka.
Penerbangan ditunda selama setengah
jam, dan sampai di perkarangan lapangan terbang Sokaerno Hatta International
Airport jam enam petang, ruang lapangan terbang tidaklah sebesar KLIA2, namun
kesibukan setiap inci dipenuhi oleh rakyat Indonesia. Ada yang menunggu sanak
saudara, ada yang menanti dengan pengharapan agar menaiki teksi mereka.
Alhamdulillah kami diiringi oleh van kuning dari Universitas Indonesia dengan
bantuan Anza dan Mutiara Alam. Menariknya rakyat Indonesia disini aku suka
keunikan nama dan pelbagai menu yang dapat dinikmati selagi mana engkau punya
wang di tangan.
Depok Times Square dan Margo City
Rumah
yang kami berlima sewa adalah dipanggil kosan Griya Jasta, kami sewa dua bilik,
sementara aku sebilik dengan Fatimah dan Muthmainah, Alhamdulillah setakat ini
adanya keserasian antara kami bertiga. Menghabiskan sisa berbaki dua hari
sebelum orientasi mengenali sekeliling haruk piruk kota Depok Jakarta, Indonesia.
Pada
pertama kalinya, aku merasakan tinggal dinegara asing, bermacam ragam yang ku
perhatikan. Sungguh ada yang membahagiakan kerana dapat diberi peluang
sebegini, yang pada hakikatnya aku sama saja seperti pengemis kota yang tidak
mampu membiayai apa – apa, terima kasih ya ALLAH.
No comments:
Post a Comment